Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Tuesday, 29 March 2016
Tuesday, 1 December 2015
XML
XML
XML (eXtended Markup Language) adalah bahasa markup
yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung
dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb).
XML adalah merupakan suatu bahasa Markup. Markup yaitu bahasa yang
berisikan kode-kode berupa tanda-tanda tertentu dengan aturan tertentu untuk
memformat dokumen teks dengan tag sendiri agar dapat dimengerti. Perbedaan
antara XML dan HTML dan Perlu di ingat bahwa:
1. XML bukan merupakan pengganti HTML.
2. XML dan HTML yang dirancang dengan tujuan yang
berbeda:
3. XML dirancang untuk transportasi dan menyimpan
data, dengan fokus pada apa data.
4. HTML dirancang untuk menampilkan data, dengan fokus
pada bagaimana data terlihat.
Contoh XML :
<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<daftar_pengarang>
<pengarang>
<nama>budi
martami</nama>
<alamat>sarijadi
</alamat>
</pengarang>
<pengarang>
<nama>elfan
noviari</nama>
<alamat>gerlong</alamat>
</pengarang>
</daftar_pengarang>
Struktur Dokumen XML
Dokumen XML berisi
informasi dan markup yang dibagi menjadi beberapa bagian yang penting, yaitu :
§ Element
Masing-masing
dokumen XML berisi satu atau lebih elemen. Elemen mengenalkan dan menandakan
isi. Berikur contoh sebuah element.
<tag>Some text</tag>
§ Atribut
Atribut berfungsi sebagai
tambahan informasi tentang sebuah elemen. Atribut disimpan dengan tag pembuka
sebuah elemen setelah nama elemen. Contoh penulisan :
Ihikihikhik
</tagname>
§ Text
Text menggambarkan isi
informasi di antara tag pembuka dan pentutup elemen. Contoh :
<tag>INI
TEKS</tag>
§ Entitie
Entitie/entitas merupakan
shortcut dari teks yang umum. Jika dalam pemrograman bisa dibilang sebagai
konstantanya. Cara penggunaan :
<!ENTITY bm “Budi
Martami>
di XML-nya gunakan
&entity;
TRANSAKSI DAN CONCURRENCY
TRANSAKSI
& CONCURRENCY
Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah
program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan
serangkaian perubahan data. DBMS yang
kita gunakan harus menjamin bahwa setiap transaksi harus dapat dikerjakan
secara utuh atau tidak sama sekali.
Tidak boleh ada transaksi yang hanya dikerjakan sebagian, karena dapat
menyebabkan inkonsistensi basis data.
Untuk itu transaksi selalu merubah basis data dari satu kondisi
konsisten ke kondisi konsisten lain. Pada saat kita mengeksekusi transaksi,
database bisa saja dalam keadaan tidak konsisten. Namun pada saat menemui level
commit(proses transaksi selesai dan terpenuhi), maka database harus terjamin
konsisten.
Tujuan dari transaksi adalah untuk melindungi database
dari kehilangan data atau pun kerusakan data. Contoh masalah yang terjadi
adalah sistem crash di tengah eksekusi program yang membuat database dalam
state yang tidak diketahui. Masalah lainnya yaitu
ketika ada dua program yang mengakses data yang sama dijalankan bersamaan
sehingga dapat saling menggangu.
Seperti telah kita singgung di atas tentang
commit, commit dapat disebut sebagai pemberi tanda bahwa transaksi telah
selesai. Update terahadap database dilakukan secara permanen. Adapun operasi
penting lainnya dalam transaksi adalah rollback. Rollback adalah pemberi tanda
bahwa dalam proses transaksi terjadi kesalahan. Maka semua update harus
di-undo.
Untuk menjamin agar integritas dapat tetap terpelihara
maka setiap transaksi harus memiliki 4 element berikut ini :
1.
Atomicity, imana
semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama
sekali.
- Consistency, dimana eksekusi transaksi secara tunggal harus dapat menjamin data
tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
- Isolation, jika pada sebuah sistem basis data terdapat sejumlah transaksi yang
dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi yang dilaksanakan pada
saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan bisa berakhir.
- Durability, dimana perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir
dengan baik, harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem menjadi
mati.
Status-status yang dapat dicapai oleh sebuah transaksi
sejak mulai dilaksanakan hingga selesai atau batal adalah:
1. Aktif (Active), yang merupakan status awal (initial
state) sebuah transaksi yang menunjukkan transaksi tersebut masih dieksekusi.
2. Berhasil Sebagian (Partially Committed), yaitu
keadaan yang dicapai transaksi tepat pada saat operasi terakhir dalam transaksi
selesai dikerjakan.
3. Gagal (Failed), yang merupakan keadaan dimana sebuah
transaksi terhenti pengeksekusiannya sebelum tuntas sama sekali.
4. Batal (Aborted), yaitu keadaan dimana sebuah transaksi
dianggap tidak/belum dikerjakan yang tentu dengan terlebih dahulu diawali
dengan mengembalikan semua data yang telah diubah ke nilai-nilai semula. (yang
menjadi tanggung jawab DBMS).
5. Berhasil Sempurna (Committed), keadaan dimana transaksi telah
dinyatakan berhasil dikerjakan seluruhnya dan basis data telah merefleksikan
perubahan-perubahan yang memang diinginkan transaksi.
Sedangkan concurrency adalah sebuah mekanisme pada system
basis data yang mengijinkan banyak transaksi pada saat bersamaan untuk
mengakses data yang sama tanpa adanya gangguan. Agar setiap transaksi tidak
menggangu satu dengan yang lainnya, maka dibutuhkan Concurrency Control
Mechanism (CCM) .
Pada umumnya terdapat 3 masalah utama pada concurrency :
1.
Lost update problem, ketika dua user mengupdate dua buah data yang sama. Misalnya
§
Transaksi A membaca R pada waktu ke-2, transaksi B membaca R pada waktu ke-3.
§ Transaksi A
memodifikasi R pada waktu ke-4.
§ Transaksi B
memodifikasi record yang sama pada waktu ke-5.
§ Modifikasi
dari transaksi A akan hilang karena transaksi B akan memodifikasi R tanpa
memperhatikan modifikasi dari transaksi A.
2.
Uncommitted
dependency problem, ketika user yang satu me-retrieve data
dan user yang lain me-rollback data tersebut. Misalnya :
§ Transaksi A
membaca R pada waktu ke-3.
§ Pada saat
waktu ke-4 transaksi B dibatalkan.
§ Maka
transaksi A akan membaca record yang salah.
§
Pada waktu ke-2 transaksi A memodifikasi R
§ Karena
transaksi B dibatalkan pada waktu ke-5, maka transaksi A memodifikasi record
yang salah.
3.
Inconsistent analysis problem, ketika user yang satu meretrieve data dan user yang lain
mengupdate data tersebut.
§
Transaksi A menjumlah nilai 1, nilai 2 dan
nilai 3.
§
Transaksi B " nilai 1 + 10 ; nilai 3 - 10
§
Pada waktu
t8, transaksi A membaca nilai yang salah karena nilai 3 sudah
dimodifikasi menjadi 20 (transaksi B sudah melakukan commit sebelum transaksi A
membaca nilai 3).
Di atas kita menyinggung tentang
Concurrency Control Mechanism (CCM). Adapun CCM yang bisa dilakukan adalah
1.
LOCKING
Locking adalah
salah satu mekanisasi pengontrolan konkuren.
Konsep dasarnya adalah:
ketika suatu transaksi memerlukan jaminan kalau record yang diinginkan
tidak akan berubah secara mendadak, maka diperlukan kunci untuk record
tersebut.
Fungsinya kunci (lock) adalah dengan menjaga record
tersebut agar tidak dimodifikasi oleh transaksi lain.
Cara kerja dari kunci:
1. Pertama kita asumsikan terdapat 2 macam kunci:
·
Xlock : kunci yang eksklusif.
·
Slock : kunci yang digunakan bersama-sama.
2. Jika transaksi A menggunakan Xlock pada record R,
maka permintaan dari transaksi B untuk suatu kunci pada R ditunda, dan B harus
menunggu sampai A melepaskan kunci tersebut.
3. Jika transaksi A menggunakan Slock pada record R, maka:
·
Bila transaksi B ingin menggunakan Xlock,
maka B harus menunggu sampai A melepaskan kunci tersebut.
·
Bila transaksi B ingin menggunakan Slock,
maka B dapat menggunakan Slock bersama A.
Tabel Kunci:
X
|
S
|
-
|
X = Xlock
|
|
X
|
N
|
N
|
Y
|
S = Slock
|
S
|
N
|
Y
|
Y
|
N = No
|
-
|
Y
|
Y
|
Y
|
Y = Yes
|
4. - Bila suatu transaksi hanya melakukan pembacaan
saja, secara otomatis ia memerlukan Slock " baca (S)
- Bila transaksi tersebut ingin memodifikasi record maka
secara otomatis ia memerlukan Slock " memodifikasi (X)
- Bila transaksi tersebut sudah menggunakan Slock,
setelah itu ia akan memodifikasi record, maka Slock akan dinaikan ke level
Xlock.
5. Xlock dan Slock akan dilepaskan pada saat synchpoint
(synchronization point). Synchpoint
menyatakan akhir dari suatu transaksi dimana basis data berada pada state yang
konsisten. Bila synchpoint ditetapkan
maka:
·
Semua modifikasi program menjalankan operasi
commit atau rollback.
·
Semua kunci dari record dilepaskan.
Dengan menggunakan locking, maka tidak ada transaksi
yang akan kehilangan modifikasi. Tapi,
terdapat keadaan / masalah baru yaitu Deadlock, yaitu suatu kondisi dimana
ke-2 transaksi dalam keadaan menunggu, sehingga keduanya tidak akan pernah
selesai dieksekusi.
Jika pelepasan kunci terlalu cepat dilakukan, maka bisa
terjadi inkonsistensi informasi. Tapi
bila dilepas di akhir transaksi, bisa terjadi deadlock. Hal ini merupakan kondisi dilematis pada
sebuah sistem konkuren yang memanfaatkan mekanisme locking.
Mengatasi masalah
deadlock bisa dengan cara mendeteksi apa penyebab deadlock tersebut dan
pecahkan oleh kita. Cara yang lazim digunakan untuk mendeteksi deadlock adalah
dengan menemukan siklus di wait-for-graph. Selain itu kita juga bisa memaksa
salah satu permintaan untuk di rollback secara paksa.
index :
INTEGRITAS DATA
INTEGRITAS DATA
Integritas data adalah jaminan suatu data agar mempunyai
data yang konsisten dan sesuai terhadap batasan-batasan data tersebut.
Integritas data sangat penting karena dapat memastikan keakuratan, konsistensi,
aksesibilitas, dan kualitas tinggi dari sebuah data. Tujuan sederhana dari
integritas data adalah untuk memastikan bahwa setiap data yang diinputkan
memiliki kesesuaian dengan data yang seharusnya. Contoh sederhana integritas
data adalah pemasukan usia manusia yang tidak mungkin bernilai minus.
Ada beberapa cara untuk menajaga integritas data, yang
pertama bisa dengan dilindungi di inputan software, bisa juga dijaga dilevel
sql/database. Pencegahan gangguan integritas data di level software bisa
dilakukan dengan cara memastikan inputan di form valid. Sedangkan integritas
data via SQL bisa dilakukan dengan cara menambahkan constrain check.
Berikut ini adalah jenis-jenis integritas data yang
disertai dengan contoh kasusnya :
1. Create Domain, yaitu membuat tipe data baru. Fungsi ini biasa digunakan untuk
menangani data yang membutuhkan aturan bisnis sendiri,
§
Contohnya
: membuat tipe data “jenis_kelamin” untuk yang isinya hanya boleh berisi
laki-laki atau pria
§
Maka
sintaksnya dalam SQL adalah :
create domain gender char(10) constraint jk_domain check ( value in(‘laki-laki’,’wanita’));
create domain gender char(10) constraint jk_domain check ( value in(‘laki-laki’,’wanita’));
2. Not NULL, yaitu menjaga agar suatu data tidak kosong dengan kata lain harus ada
value-nya.
§
Contohnya
nama matakuliah pada tabel mata kuliah tidak boleh kosong.
§
Maka
sintaksnya dalam pl / sql :
§
nama_matkul
varchar2(15),
§
constraint
nn_ matkul not null (nama_matkul)
3. Unique, yaitu membuat agar suatu data tidak memiliki nilai yang sama dengan recordlainnya
dalam tabel yang sama.
§
Contohnya
email pada tabel akun_facebook hanya boleh satu email untuk satu akun.
§
Sintaksnya
:
§
email
varchar2(15),
§
constraint
u_mail unique (email)
4. Primary key, merupakan gabungan antara not null dan unique.
§
Misalnya
NIM pada tabel mahasiswa.
§
nim
char(7) not null,
§
constraint
pk_ nim primary key (nim)
5. Check, memeriksa data dengan aturan bisnisinya sendiri tanpa membuat tipe data
baru.
§
Contohnya
sebelum memasukkan nilai ujian pada tabel nilai, data diperiksa terlebih
dahulu. Data tidak boleh masuk jika bernilai negatif.
§
nilai
number,
§
constraint
chk_nilai check (nilai > 0)
6. Referential Integrity, adalah integritas pada relasi
antar tabel. Contohnya jika kolom NIM mahasiswa pada tabel nilai mengacu ke
kolom NIM pada tabel mahasiswa, dan terjadi perubahan (delete atau update) pada
NIM di tabel mahasiswa, maka ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan terhadap
NIM yang di tabel nilai, diantaranya adalah :
§
Delete
cascade, hapus
record pada kedua tabel yang bersangkutan
§
Delete
set null, hapus
record di tabel asal dan value record pada tabel yang mengacu di jadikan NULL
§
Update
cascade, perbarui
isi record pada kedua tabel
Misal diketahui atribut
nim seperti dibawah ini :
nim char(7)
Maka kita bisa membuat
integritas relasi seperti dibawah ini :
constraint fk_nim foreign key (nim) references
mahasiswa (nim) on delete cascade / on delete set null / on
update cascade
index :
BASIS DATA VS SISTEM BASIS DATA, INTEGRITAS DATA , TRANSAKSI DAN CONCURRENCY , XML, BACK-END PROGRAMMING
index :
BASIS DATA VS SISTEM BASIS DATA, INTEGRITAS DATA , TRANSAKSI DAN CONCURRENCY , XML, BACK-END PROGRAMMING
Subscribe to:
Posts (Atom)